Wanita ini Meninggal 36 kali dalam Setahun


Selasa, 10 Maret 2015
Label:

[Sains Box] Sara Brautigam (21 tahun) adalah seorang wanita asal kota Doncaster, Yorkshire Selatan, yang menderita kondisi langka yang menyebabkan detak jantungnya berhenti selama satu menit pada suatu waktu.

Dia didiagnosis empat tahun lalu dengan mengidap suatu kondisi postural ortostatik Takikardia Syndrome, yaitu sebuah penyakit yang menyebabkan jantungnya berhenti berdetak dan tekanan darahnya turun ke tingkat yang biasanya berhubungan dengan kematian.

Wanita ini Meninggal 36 kali dalam Setahun

Setiap kali ini terjadi perlu bagi petugas medis untuk mencoba mengejutkannya kembali ke kehidupan dengan menyakiti fisiknya, solusi ini disayangkan mengingat bahwa dia juga menderita kondisi yang membuat sendi-sendinya sangat rentan terhadap cedera dan dislokasi.

Baca Juga:

Kombinasi dari kedua penyakit ini telah membuat dia berakhir di rumah sakit sebanyak 64 kali dalam satu tahun.

"Ada tanda-tanda sebelum terjadi, saya akan merasa pusing atau sakit dan benar-benar lelah kemudian saya merasa seolah-olah saya jatuh tertidur," katanya. "Setelah saya mendapat bantuan kejutan yang mampu membuat saya terbangun lagi, saat itu saya benar-benar merasa lelah."

Mengingat jumlah kejadian saat jantungnya berhenti berdetak bukan hanya sekali, kondisi inilah yang membuat banyak orang bertanya-tanya, seperti apakah pengalaman menjelang kematian yang ia alami itu.

Wanita ini Meninggal 36 kali dalam Setahun

"Saya ditanyai orang cukup banyak, akan tapi saya memastikan tidak ada cahaya terang yang saya lihat," katanya. "Semuanya hanya menjadi hitam."

"Anda masih bisa mendengar hal-hal dan ada suara di kepala saya yang masih aktif dan masih sadar, saya pun berusaha untuk berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar saya. Saya ingat apa yang dikatakan orang-orang ketika saya dalam dunia hitam itu, tapi saya tidak menyadari apa yang sedang terjadi. "

*******
Thanks
Sains Box
Sains Box

Mobile Version

(BT)

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Advertisement

0 komentar:

Posting Komentar