Dinosaurus Naga Berleher Panjang Ditemukan


Sabtu, 31 Januari 2015
Label:

[Sains Box] Belum lama ini, paleontologis telah berhasil menemukan sisa-sisa fosil dinosaurus yang tampak sedikit seperti seekor naga. Dikenal sebagai Qijianglong, yang berarti 'Naga dari Qijiang' dalam bahasa China. Spesies baru ini termasuk ke dalam kelompok dinosaurus yang disebut mamenchisaurids yang ditandai dengan memiliki leher yang sangat panjang, jika diukur panjang hampir setengah dari panjang seluruh tubuh mereka.

Spesimen ini ditemukan memiliki panjang sekitar 15 meter dan dengan kepala masih melekat pada lehernya, sesuatu yang tidak terjadi terlalu sering karena betapa rapuhnya fosil tengkorak ini.


"Qijianglong adalah hewan keren. Jika Anda membayangkan binatang besar yang memiliki bagian setengah dari tubuhnya adalah leher, Anda dapat melihat bahwa evolusi dapat melakukan hal-hal yang cukup luar biasa," kata Tetsuto Miyashita dari University of Alberta.

Baca Juga:

"Tidak ada tempat lain kita dapat menemukan dinosaurus dengan leher panjang daripada mereka di China. Dinosaurus baru mengatakan bahwa spesies ini berkembang ekstrim dalam isolasi dari seluruh dunia."

Ada juga kemungkinan bahwa penemuan fosil spesies dinosaurus seperti Qijianglong mungkin apa yang awalnya memicu banyak legenda naga kuno China.


"Aku sangat kagum sekali ketika China kuno menemukan sebuah kerangka dinosaurus berleher panjang seperti Qijianglong dan digambarkan bahwa itu makhluk mitos," kata Miyashita.

Semoga penemuan ini semakin menambah pengetahuan kita terhadap keberadaan spesies-spesies dinosaurus yang masih belum terungkap.

*******
Thanks
Sains Box
Sains Box

Mobile Version

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Advertisement

4 komentar:

  1. Hal seperti ini mengngatkan kita kalau main ke Sangiran, Jawa Tengah mas. he, he, he,,

    BalasHapus
  2. Ternyata masih di temukan fosil berumur jutaan tahun itu ya mas :)

    BalasHapus
  3. ngeriiiii ternyata oh ternyata......

    BalasHapus
  4. wow, tampak keren.
    mungkin masih banyak lagi fosil2 yang belum ditemukan

    BalasHapus