Melawan Kanker dengan Jamur Cordyceps


Sabtu, 31 Januari 2015
Label:
Advertisement
[Sains Box] Ketika kita berpikir tentang kanker, kita cenderung memikirkan bahan kimia atau radiasi beracun sebagai pengobatannya. Tetapi penelitian baru yang menjanjikan yang diterbitkan dalam jurnal Phytomedicine menunjukkan bahwa kita mungkin ingin memberikan pertimbangan serius pada jamur cordyceps yang banyak ditemukan di hutan-hutan. Jamur jenis ini memang tidak tumbuh di derah kita, namun sudah diketahui sejak lama jamur ini sering digunakan dalam pengobatan.

Cordyceps (Cordyceps militaris) juga dikenal sebagai jamur ulat dan telah digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan Cina sebagai obat untuk paru-paru dan ginjal tonik serta untuk mengatasi kehilangan stamina, kelelahan, napas yang dangkal, mengi, dan sebagai afrodisiak.

Melawan Kanker dengan Jamur Cordyceps

Menurut penelitian Phytomedicine pada sel leukemia manusia, senyawa yang ditemukan dalam Cordyceps yang dikenal sebagai Cordycepin tampaknya memiliki efek toksik pada sel-sel kanker, senyawa tersebut menyebabkan sel kanker bunuh diri (proses yang dikenal sebagai apoptosis), tanpa memiliki efek toksik pada sel-sel yang sehat.

Baca Juga:

Studi ini meneliti sifat anti-kanker pada teh yang terbuat dari jamur dan menemukan bahwa keduanya memiliki aktivitas anti-kanker tetapi jamur Cordyceps yang sebenarnya memiliki aktivitas lebih kuat dibandingkan teh. Ada berbagai jenis produk di pasar termasuk: bubuk, teh, ekstrak alkohol (tincture), dehidrasi Cordyceps, ekstrak gliserin (glycerite), dan kapsul.


Penelitian sebelumnya, dalam jurnal Jepang Fitoterapia juga menunjukkan bahwa Cordyceps bekerja melawan kanker dengan berbagai cara, termasuk diantaranya berikut ini:
  • Memblokir kemampuan tumor untuk tumbuh (anti-tumor)
  • Memblokir kemampuan sel kanker untuk berkembang biak (anti-proliferasi)
  • Menghentikan kanker dari menyebar ke berbagai bagian tubuh (anti-metastasis)
  • Meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker (imunomodulator)
  • Menyerang radikal bebas sebelum mereka dapat merusak sel-sel dan jaringan, yang tidak akan membuat mereka rentan terhadap kanker (antioksidan).

Penelitian di jurnal Toksikologi Lingkungan dan Farmakologi menunjukkan bahwa Cordyceps juga efektif melawan kanker prostat. Sebuah studi dalam jurnal Food and Chemical Toxicology menemukan Cordyceps menyebabkan sel-sel kanker paru-paru menjadi mati. Penelitian lain menemukan bahwa Cordyceps mengurangi pertumbuhan sel dari jenis kanker kulit yang dikenal sebagai melanoma.

Penelitian sebelumnya dalam jurnal Biological and Pharmaceutical Bulletin menemukan aktivitas anti-kanker yang sama dalam teh herbal yang terbuat dari jamur cordyceps. Para peneliti menemukan bahwa, seperti studi Phytomedicine, Cordyceps menyebabkan sel kanker bunuh diri, menunjukkan metode keenam dimana jamur bekerja melawan kanker (apoptosis).

Menurut ahli mikologi, herbalis, dan penulis The Fungal Pharmacy, Robert Rogers, "(jamur) memiliki rasa pedas, dan beraroma kayu manis cocok untuk sup dan kaldu."

Jika menggunakan Cordyceps dalam bentuk kapsul atau suplemen, 600 mg / hari adalah dosis terapi yang umum. Pastikan untuk memilih suplemen yang merupakan 5:1 ekstrak untuk memastikan produk berpotensi tinggi. Pilihlah salah satu Cordyceps organik, yang bersumber dari lokasi yang bersih. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

*******
Thanks
Sains Box
Sains Box

Mobile Version

Artikel Menarik Lainnya:



FOLLOW and JOIN to Get Update!

Advertisement

loading...

2 komentar:

  1. sangat bermanfaat sekali sob, artikelnya menjadi tambah wawasan buat saya
    s.id/61I

    BalasHapus