Buah dan Sayur Untuk Melawan Kanker Prostat


Minggu, 30 Agustus 2015
Label:
Advertisement
[Sains Box] Kanker prostat adalah kanker yang paling umum kedua yang menyerang pria (setelah kanker kulit), sehingga tidak mengherankan bahwa semakin banyak orang khawatir tentang kondisi serius ini. Tapi sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Cancer Epidemiology membawa kabar baik bagi penderita penyakit ini dan mereka yang mencoba untuk mencegahnya.

Peneliti menilai pria yang menderita kanker prostat di South Carolina yang sudah menjalani operasi atau radiasi untuk mengobati penyakit ini tetapi masih selalu kambuh. Karena sekitar 25 sampai 40 persen laki-laki yang mendapat perlakuan ini masih selalu kambuh, maka para peneliti berusaha untuk menentukan apakah nutrisi tertentu juga dapat membantu.


Baca Juga:


Para ilmuwan menilai tingkat prostate-specific antigen (PSA) pada tes darah, cara umum yang digunakan untuk menyaring kanker prostat. Tingkat PSA tinggi seringkali merupakan indikator untuk penyakit ini. Tes ini digunakan agar dapat menilai kanker prostat pada pria tanpa gejala atau pada mereka dengan gejala-gejala penyakit yang ada, seperti: lambat atau kurangnya frekuensi buang air kecil, sering buang air kecil (terutama pada malam hari), darah yang keluar dalam urin, disfungsi ereksi, sakit di pinggul atau punggung, kelemahan atau mati rasa pada kaki, atau hilangnya kontrol kandung kemih. Laki-laki yang sehat biasanya memiliki jumlah PSA yang lebih rendah dari 4 nanogram/liter darah. Sebuah jumlah yang lebih tinggi sering dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.

Para peneliti menemukan hubungan antara kadar yang lebih tinggi nutrisi tertentu dan penurunan kadar PSA pada pria, menunjukkan bahwa, pertama, diet tinggi nutrisi ini dapat mengurangi risiko kanker prostat dan bahkan membantu membalikkan kanker pada pria yang menderita penyakit ini, seperti orang-orang yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Kedua, karotenoid dan tokoferol lebih tinggi pada pria dengan kadar PSA yang lebih rendah.

Karotenoid adalah kelompok pigmen kuning-oranye merah dikenal sebagai fitonutrien (tanaman nutrisi) ditemukan dalam makanan seperti wortel, ubi jalar, aprikot, mangga, labu, tomat, pepaya, persik, squash dan makanan yang sama berwarna lainnya. Mereka termasuk: beta karoten, lutein dan lycopene. Ada sekitar 60 jenis karotenoid, tetapi penelitian mengkhususkan pada nilai beta karoten, likopen, cryptoxanthin dan zeaxanthin. Para peneliti menemukan bahwa tingkat yang lebih tinggi dari nutrisi ini mengakibatkan pengurangan PSA pada pria.

Maka dapat disimpulkan bahwa meningkatkan konsumsi pada buah dan sayur yang mengandung nutrisi tersebut di atas dapat membantu pria yang terkena kanker prostat, berikut penjabarannya:

  • Lycopene terutama ditemukan dalam jambu biji, jeruk, pepaya, rosehip, stroberi, tomat dan semangka.
  • Beta karoten ditemukan dalam aprikot, brokoli, wortel, sawi, sayuran hijau, kale, mangga, pepaya, persik, ubi jalar, labu kuning, bayam, labu siam dan tomat.
  • Tokoferol adalah nama lain untuk vitamin E. Penelitian khusus menilai pada tingkat alpha-tocopherol dan menemukan tingkat yang lebih tinggi dari nutrisi ini terkait dengan jumlah PSA lebih rendah. Sumber yang sangat baik dari alpha-tocopherol diantaranya: almond, hazelnut, kacang pinus, kacang Brasil, biji bunga matahari, kecambah kacang hijau, sayuran hijau, brokoli, asparagus, tomat, wortel, labu, zaitun dan minyak bunga matahari.
  • Zeaxanthin ditemukan dalam aprikot, brokoli, wortel, sawi, sayuran hijau, kale, mangga, pepaya, persik, ubi jalar, labu kuning, bayam, labu siam dan tomat.
  • Cryptoxanthin ditemukan dalam jeruk, pepaya, persik dan jeruk keprok.

Setidaknya dengan mengkonsumsi buah dan sayuran yang mengandung nutris diatas, akan dapat membantu menurunkan tingkat kanker prostat Anda. Aturlah dengan baik gaya hidup sehat Anda.

*******
Thanks
Sains Box
Sains Box

Artikel Menarik Lainnya:



FOLLOW and JOIN to Get Update!

Advertisement

loading...

0 komentar:

Posting Komentar