Mikroba Bisa Bertahan Hidup di Luar Angkasa


Rabu, 03 Juni 2015
Label:
Advertisement
[Sains Box] Penelitian terbaru telah menekankan kegigihan yang luar biasa dari kehidupan bahkan dalam ruang hampa udara yang dingin sekalipun. Gagasan bahwa kehidupan ini dapat ditransfer ke sekitar kosmos melalui komet dan asteroid, merupakan sebuah konsep yang dikenal sebagai panspermia, sering dikemukakan sebagai teori asal-usul potensial bagi kehidupan di Bumi.

Mengingat jumlah bebatuan ruang angkasa yang meluncur di sekitar tata surya, maka sangatlah mungkin bahwa kehidupan yang ada di planet ini juga pernah hidup di beberapa titik planet tetangga pada masa lalu.

Sejauh mana kehidupan bisa bertahan hidup di ruang hampa, hal ini tetap menjadi topik kontroversi, khususnya setelah klaim oleh ilmuwan Rusia, mengenai penemuan plankton yang ditemukan hidup di luar Stasiun Luar Angkasa Internasional tahun lalu.

Mikroba Bisa Bertahan Hidup di Luar Angkasa

Baca Juga:

Dalam upaya baru untuk mempelajari lebih lanjut tentang lingkungan yang ekstrem, ternyata diketahui bahwa mikroba dapat bertahan di ruang angkasa. Menurut ilmuwan peneliti senior Rocco Mancinelli yang baru-baru ini melakukan percobaan di mana ia mengirim mikroba untuk ditempatkan pada platform paparan eksternal stasiun ruang angkasa.

Setelah dua tahun ia tercengang saat menemukan bahwa beberapa dari mereka benar-benar masih hidup dan selamat. Ini sungguh luar biasa!

"Organisme tersebut terkena hampa udara ruang angkasa, namun semuanya selamat," katanya.

"Ada diantara mereka yang tidak selamat, khususnya mereka yang terkena dosis tinggi radiasi ultraviolet, mereka yang terkena dosis yang lebih rendah dari UV masih menunjukkan beberapa yang bertahan hidup. Dengan kata lain, jika benar-benar terlindung dari UV, organisme tersebut dapat bertahan dalam perjalanan ke planet lain atau bulan di tata surya kita."

Apakah ini akan cukup untuk memungkinkan kehidupan bisa bergerak di antara planet-planet? Namun tetap menjadi bahan perdebatan, karena asteroid lebih cenderung membutuhkan waktu jutaan tahun dalam perjalanan antara dua tempat.

Belajar dari beberapa fakta yang ditemukan mengenai mikroba ini, seperti:
  • Mikroba yang ditemukan pada pesawat ruang angkasa Surveyor 3, yang berada di bulan selama 2,5 tahun ketika Apollo 12 membawa sampel kembali ke Bumi. Mikroba tersebut kemungkinan hasil kontaminasi pasca-misi di laboratorium.
Mikroba Bisa Bertahan Hidup di Luar Angkasa
Surveyor 3
  • Mikroba ditemukan selamat pada bagian luar Stasiun Antariksa Internasional selama hampir dua tahun, jika saja tidak ada radiasi UV.
Mikroba Bisa Bertahan Hidup di Luar Angkasa
Stasiun Antariksa Internasional

Ini akan menjadi bukti nyata dari sebuah kehidupan yang dapat mengembara diantara sistem tata surya dalam waktu tahunan cahaya. Mungkinkah itu? Tentu, tidak menutup kemungkinan.

*******
Thanks
Sains Box
Sains Box

Artikel Menarik Lainnya:



FOLLOW and JOIN to Get Update!

Advertisement

loading...

0 komentar:

Posting Komentar