Waspada, BPA Bisa Mengurangi Sperma


Selasa, 03 Maret 2015
Label:

[Sains Box] Bisphenol A, atau BPA, telah dikaitkan dengan kanker payudara dan prostat, kematangan seksual dini pada anak perempuan muda, ADHD, masalah sistem kekebalan tubuh, dan peningkatan obesitas serta diabetes tipe 2. Sekarang ditambah lagi satu hal penting ke dalam daftar akibat dari BPA, yaitu penurunan jumlah sperma dan meningkatnya infertilitas laki-laki.

BPA ditemukan dalam plastik seperti puting botol bayi dan botol air. Juga digunakan pada benda-benda lainnya yang tanpa kita sadari. Hal ini sangat umum dalam kehidupan sehari-hari bahwa paparan tingkat rendah hampir tak terelakkan.

Waspada, BPA Bisa Mengurangi Sperma

Sebuah studi terbaru oleh ahli genetika di Washington State University mengungkapkan bahwa paparan singkat BPA di awal-awal kehidupan dapat mengubah sel-sel induk yang bertanggung jawab untuk memproduksi sperma di kemudian hari. BPA mirip dengan estrogen dalam banyak sifat kimianya. Seorang peneliti bernama Patricia Hunt, Ph.D, melakukan percobaan pada tikus yang baru lahir dengan memaparkan BPA dan beberapa tikus lainnya ke estrogen sintetis yang digunakan dalam pil KB dan terapi hormon. Eksposur tersebut, sebanding dengan tingkat eksposur manusia untuk senyawa yang menyebabkan "pergantian permanen" pada sel-sel induk yang bertanggung jawab untuk memproduksi sperma, lapran ini dilaporkan oleh Brian Bienkowski.

Baca Juga:

"Efek negatif bahan kimia estrogenik pada laki-laki dapat berkembang termasuk diantaranya dapat memperluas perubahan halus untuk perkembangan otak, saluran reproduksi, dan testis," tulis Patricia Hunt dan rekan-rekannya. "Perubahan ketiga memiliki potensi untuk menginduksi dampak reproduksi utama namun dasar-dasar biologis masih belum jelas."

Sementara itu, dampak dari paparan BPA sudah terlihat. Di Denmark, laporan EHN, "lebih dari 40 persen pria muda memiliki jumlah sperma yang berhubungan dengan infertilitas atau penurunan kesuburan."

Waspada, BPA Bisa Mengurangi Sperma

Penelitian terus dilanjutkan ke dalam dampak BPA pada jumlah sperma. Namun yang pasti disini sangatlah masuk akal untuk mempertimbangkan "prinsip kehati-hatian" dan menghindari BPA bila memungkinkan. Berikut adalah beberapa cara untuk melakukannya:

  • 1. Ganti Botol Air Plastik Dengan Botol Terbuat Dari Stainless Steel, Aluminium atau Kaca - BPA telah lama digunakan dalam plastik yang digunakan untuk membuat botol air. Sangat mudah untuk memilih stainless steel, aluminium atau kaca sebagai gantinya.
  • 2. Beli Soda dan bir dalam Botol Kaca, bukan Botol plastik atau kaleng - Lapisan kaleng minuman baik soda maupun bir umumnya mengandung BPA. Pilih wadah kaca bila memungkinkan.
  • 3. Hindari Makanan Kaleng - Kebanyakan kaleng yang mengandung BPA mengkontaminasi makanan didalamnya. Jika Anda ingin makanan siap saji, lebih baik membeli makanan dalam kemasan kering yang bisa Anda persiapkan sendiri.
  • 4. Ganti Plastik Dengan Silicone - Dari peralatan memasak hingga puting botol bayi, saat ini silikon dapat dengan aman menggantikan plastik. Yang terpenting adalah untuk bayi harus minum dari botol kaca dengan puting non-BPA.

Nah, itulah informasi sedikit tentang BPA.. semoga bisa membuat kita lebih waspada

*******
Thanks
Sains Box
Sains Box

Mobile Version

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Advertisement

3 komentar:

  1. wah mengerikan, nanti kalau berkurang kesehatan spermanya trus gimana nasib masa depan? terima kasih banyak mas infonya, jadi botol minuman bekas itu lebih baik gak digunakan lagi(gak diisi ulan)

    BalasHapus
  2. @ilmu des: yups, betul sekali itu mas, lbh baik dibuang aja, jangan diisi ulang terus menerus...

    BalasHapus
  3. ih berbahaya sekali ya sob ngeri ane

    BalasHapus