Makan Buah Langsung Lebih Baik Daripada Jus


Kamis, 24 September 2015
Label:
Advertisement
[Sains Box] Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Harvard School baru-baru ini menyatakan bahwa ada perbedaan yang dramatis antara makan buah-buahan utuh dengan minum jus buah. Konsumsi buah-buahan utuh dikaitkan dengan risiko signifikan lebih rendah dari diabetes tipe 2, sedangkan konsumsi jus buah dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi. Mengapa demikian? Apakah dengan begitu kita lebih baik makan buah secara utuh?

Satu contoh lain yaitu keterkaitan antara buah apel dan kolesterol. Jika kita makan apel, maka kolesterol akan turun. Namun, disisi lain, jika kita minum jus apel, hanya sedikit saja kolesterol yang hilang. Yang lebih banyak dirasakan adalah adanya serat.

Makan Buah Langsung Lebih Baik Daripada Jus

Baca Juga:


Dulu kita pikir bahwa serat hanyalah sebagai sebagai agen yang membantu keteraturan sistem dalam usus. Namun, sekarang kita tahu bahwa serat dicerna oleh bakteri usus kita, yang akhirnya membuat asam lemak rantai pendek (SCFAs) keluar. SCFAs memiliki sejumlah efek yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti menghambat pertumbuhan bakteri jahat dan meningkatkan penyerapan mineral. Misalnya, ketika masuk ke dalam rektum dari tubuh manusia, SCFAs dapat merangsang penyerapan kalsium, begitu banyak sehingga kita dapat meningkatkan kepadatan mineral tulang remaja hanya dengan memberi mereka serat alami yang ditemukan dalam makanan seperti bawang, asparagus dan pisang.

Bakteri baik kita juga menggunakan serat untuk mempertahankan struktur usus normal dan fungsinya, mencegah atau mengurangi diare, merangsang aliran darah kolon hingga lima kali lipat, dan meningkatkan penyerapan cairan serta elektrolit. Bahan bakar utama untuk sel yang melapisi usus kita adalah butirat, yang dibuat oleh bakteri baik kita berasal dari serat. Kita memberi mereka makan, dan mereka memberi kita manfaat.

Jika satu-satunya perbedaan antara buah dan jus buah adalah serat, mengapa tidak bisa industri jus hanya menambahkan beberapa serat ke dalam jus? Alasannya adalah karena kita lebih banyak membuang serat ketika kita membuat buah dan sayuran ke dalam bentuk jus. Kita juga kehilangan semua nutrisi yang terikat untuk serat.

Pada tahun 1980-an sebuah studi menemukan perbedaan jumlah serat dalam carob (sejenis kacang) menggunakan dua metode yang berbeda. Adanya selisih 21,5 persen yang diidentifikasi bukanlah serat tetapi sebagai polifenol nonextractable, kelas fitonutrien yang diduga memiliki sebuah kesatuan efek bagi kesehatan. Beberapa efek yang berhubungan dengan asupan serat makanan dalam tanaman sebenarnya bisa terjadi karena adanya polifenol ini.

Polifenol nonextractable, umumnya diabaikan, merupakan bagian utama dari diet polifenol. Kebanyakan fitonutrien polifenol pada tanaman terjebak bersama serat. Hal inilah yang menyebabkannya disebut sebagai polifenol yang hilang dan membuatnya turun ke usus kita, lalu dibebaskan oleh bakteri baik dan kemudian diserap ke dalam sistem tubuh kita. Fitonutrien dalam jus buah dan jus sayuran mungkin hanya ada sedikit saja.

Bagi Anda yang suka minum jus buah dan sayuran, temuan ini menunjukkan bahwa Anda perlu berpikir ulang. Bukankah Anda tidak ingin apa yang Anda konsumsi menjadi sia-sia. Lebih baik kita makan buah dan sayuran itu secara langsung, daripada harus mengalami banyak kerugian saat membuatnya menjadi jus.

*******
Thanks
Sains Box
Sains Box

Artikel Menarik Lainnya:



FOLLOW and JOIN to Get Update!

Advertisement

loading...

2 komentar:

  1. Tapi minum jus lebih enak dari pada makan buah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. apalagi minumnya berduaan sama pacar, suit suit... pasti lbh enak lg kan? hayoo ngaku... :D

      Hapus