Pengendali Pikiran Bisa Membantu Penyembuhan Otak


Kamis, 23 Juli 2015
Label: ,
Advertisement
[Sains Box] Anda pasti ingat dengan Mr Spock di serial film 'Star Trek', yang memiliki kekuatan unik pengendali pikiran? Kini para ilmuwan percaya bahwa menghubungkan dua otak bisa membantu untuk mengobati berbagai kondisi neurologis. Bagi Mr Spock mungkin ini bukan hal yang mustahil, namun bagi ilmuwan saat ini sedang mencoba hal mustahil tersebut menjadi hal yang nyata dan bermanfaat.

Gagasan untuk menghubungkan pikiran Anda sendiri dengan individu lain mungkin tampak konyol, namun para ilmuwan Duke University's Center for Neuroengineering di Karolina Utara percaya bahwa seperti sebuah prestasi tidak hanya mungkin tetapi juga berpotensi sangat menguntungkan.

"Kami berusaha di bidang yang sama sekali baru dalam rehabilitasi otak," kata direktur Miguel Nicolelis. "Kami akan mencoba bertindak atas sirkuit otak dan benar-benar meningkatkan aktivitas fungsional otak."

Pengendali Pikiran Bisa Membantu Penyembuhan Otak

Baca Juga:

Dalam sebuah percobaan baru-baru ini pada sekelompok monyet yang dihubungkan bersama melalui elektroda yang ditanamkan di otak mereka ternyata mampu bersama-sama menggerakkan lengan virtual menggunakan mesin khusus antarmuka otak.

Para peneliti percaya bahwa pada manusia jenis teknologi suatu hari nanti bisa digunakan untuk membantu meningkatkan aktivitas saraf di otak dan untuk menyembuhkan berbagai macam masalah neurologis.

"Misalnya, pada pasien yang lumpuh, saya melihat itu sangat sulit untuk memulai pelatihan menggunakan sinyal otak, sebab otaknya benar-benar lupa bahwa ia memiliki kaki," kata Nicolelis. "Jadi bagian dari rehabilitasi neurologis ini adalah dengan menggunakan otak lain untuk memperkenalkan kembali sebuah konsep ke otak si pasien, agar otaknya mengetahui kondisi kaki mereka."

Nicolelis bahkan percaya bahwa kita sudah terlibat berbagi otak ini dalam kehidupan sehari-hari.

"Ketika kita sedang menonton film di teater, jenis umpan balik mungkin sinkronisasi otak penonton sehingga kita memiliki reaksi kelompok, tertawa atau menangis pada saat yang sama," katanya.

"Hal ini juga dapat menjelaskan mengapa kelompok orang dapat berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Seperti tim olahraga misalnya, di mana kita sering melihat dan mengatakan bahwa tim akhirnya bermain seperti sebuah tim dan tidak seperti sekelompok individu."

Nah, dari situlah bisa disimpulkan bahwa kerjasama otak antara dua individu atau lebih mungkin akan bisa memberikan manfaat bagi otak itu sendiri. Serta bagi masalah-masalah yang lain.

*******
Thanks
Sains Box
Sains Box

Artikel Menarik Lainnya:



FOLLOW and JOIN to Get Update!

Advertisement

loading...

4 komentar:

  1. Taqobalallahu Minna waminkum Kang :)
    Mohon maaf lahir dan bathin ya kang ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 mas Eka... mohon mf lahir dan batin juga..

      Hapus
  2. sebelumnya saya mau ngucapin mohon maaf lahir batin jika selama saya berkunjung kemari pernah berkomentar kurang sopan..
    menggabungkan 2 pikiran ya mas?saya kurang mengerti cara kerjanya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 sobat Hendri, mf lahir batin juga ya.. mf saya blm sempat berkunjung balik

      Hapus