Misteri Lubang Keju Swiss Akhirnya Terungkap


Sabtu, 30 Mei 2015
Label:

[Sains Box] Para ilmuwan akhirnya berhasil menemukan jawaban untuk misteri yang telah bertahan selama lebih dari satu abad ini, misteri munculnya lubang-lubang kecil pada keju. Meskipun lubang-lubang ini mungkin menjadi salah satu karakteristik yang paling khas untuk keju Swiss, namun selama ini para ilmuwan bertanya-tanya, darimana datangnya lubang-lubang itu?

Keju Swiss, memang salah satu keju yang menjadi kuliner favorit terkenal di dunia yang berasal dari daerah sekitar Emmental di Swiss. Keunikan keju ini terdapat pada lubang-lubang kecil yang muncul pada keju. Kini para ilmuwan mulai mendapatkan titik terang misteri munculnya lubang-lubang ini.

Sebelumnya, para ilmuwan telah lama mengkaitkan hal ini pada karbon dioksida yang dikeluarkan oleh bakteri di dalam keju, sebuah ide yang pertama kali dikemukakan oleh ilmuwan Amerika, William Clark dalam sebuah makalah yang diterbitkan pada tahun 1917.

Misteri Lubang Keju Swiss Akhirnya Terungkap

Baca Juga:

Namun, sekarang pelaku sesungguhnya telah dapat teridentifikasi, sebenarnya sesuatu yang sama sekali berbeda jauh dari yang dipikirkan selama ini.

Temuan baru dari laboratorium di Swiss telah mengungkapkan bahwa partikel mikroskopis jerami lah, bukan bakteri, yang menghasilkan pembentukan lubang khas pada keju ini.

Partikel ini jatuh ke ember yang digunakan untuk mengumpulkan susu dan kemudian membuat jalan mereka masuk ke dalam keju di mana mereka membentuk lubang besar dan semakin besar dalam tempo yang lama.

Para ilmuwan percaya bahwa ini juga menjelaskan mengapa lubang-lubang di keju semakin kecil dalam beberapa tahun terakhir, hal ini disebabkan metode pertanian modern yang telah mengakibatkan partikel jerami semakin sedikit yang terjatuh ke dalam susu.

Akhirnya, misteri lubang keju ini pun terpecahkan. Selamat untuk para ilmuwan Swiss.

*******
Thanks
Sains Box
Sains Box

(bbc)

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Advertisement

1 komentar:

  1. gak nyangka sampe berabad-abad gitu ya tdk terpecahkan...

    BalasHapus