Pembunuh Terbesar Manusia Adalah Risiko Diet


Sabtu, 13 Juni 2015
Label:
Advertisement
[Sains Box] The Global Burden of Disease Study yang diterbitkan pada tahun 2012, adalah analisis yang paling komprehensif dan sistematis tentang penyebab kematian yang terjadi hingga saat ini, dalam penelitian ini melibatkan hampir 500 peneliti lebih dari 300 lembaga di 50 negara, dan dimulai dengan hampir 100.000 sumber data.

Apa yang para peneliti temukan? Di AS saja, mereka menemukan bahwa pembunuh terbesar disana adalah makanan. Nomor 1 pada daftar mereka dari risiko diet paling penting adalah tidak makan cukup buah, bertanggung jawab hingga 4,9 juta kematian per tahunnya di seluruh dunia. Satu set penyakit berbahaya, seringnya mematikan, terus menjadi malapetaka di Amerika Serikat.

Menurut Union of Concerned Scientists: "Jika orang Amerika makan hanya satu porsi lebih dari buah atau sayuran per hari, ini akan menghemat lebih dari 30.000 jiwa dan $ 5 miliar pada biaya medis setiap tahunnya." Salah satu penangkal bagi individu yang benar-benar mudah, tanpa rasa sakit, dan bahkan menyenangkan adalah dengan cara mengeksploitasi beberapa manfaat gizi dan perlindungan dari buah-buahan serta sayuran.


Baca Juga:

Bagaimana buah-buahan dapat melakukan hal ini?

Salah satu cara yang mungkin adalah karena adanya efek antiplatelet dalam buah-buahan. Trombosit merupakan pemicu bagi pembekuan darah, sehingga terkadang sering menyebabkan serangan jantung serta stroke. Namun di luar fungsinya dalam proses pembekuan darah, saat ini trombosit telah dianggap memainkan peran penting dalam proses inflamasi dimana turut andil dalam pengerasan pembuluh darah, alergi, rheumatoid arthritis dan bahkan kanker.

Biasanya, dalam kondisi sehat, trombosit beredar dalam diam, yaitu keadaan tidak aktif. Tapi begitu mereka menjadi aktif, mereka dapat muncul sebagai penyebab peradangan. Trombosit mengangkut sejumlah besar bahan kimia inflamasi, dan setelah aktivasi mereka melepaskan bahan kimia tersebut, yang dapat merekrut sel-sel inflamasi lalu membentuk kantong nanah di dalam dinding arteri kita yang lama-kelamaan dapat meledak dan membunuh kita.

Keterlibatan aktivasi trombosit dalam pengembangan aterosklerosis tidaklah bisa dipungkiri. Bahkan, semakin banyak data yang menunjukkan bahwa trombosit juga dapat memainkan peran penting dalam inisiasi dan propagasi dari aterosklerosis di tempat pertama.

Lalu, bagaimana kita dapat mencegah aktivasi berlebihan dari trombosit ini?

Hiperaktivitas trombosit dikaitkan dengan tingginya tingkat kolesterol yang beredar dalam darah, sehingga kita bisa mengurangi makanan yang memiliki lemak trans, lemak jenuh dan kolesterol.

Kita juga dianjurkan untuk lebih banyak makan buah-buahan dan sayuran. Misalnya, berbagai varietas stroberi telah menunjukkan efek antiplatelet yang signifikan pada orang. Dengan hanya menambahkan stroberi ke dalam menu diet harian kita, maka sudah cukup membantu mengatasi masalah trombosit ini.

Buah Berry yang lainnya juga memiliki efek yang sama, bahkan lebih sederhana, cukup dua porsi sehari. Akan tetapi, minum jeruk atau jus jeruk tampaknya tidak membantu, sedangkan jus anggur ungu cukup berhasil mengurangi aktivitas platelet.

Penelitian telah menunjukkan bahwa aspirin setiap hari dapat mengurangi serangan jantung dan stroke; Namun, aspirin juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan parah dan masalah pendarahan serta tidak boleh digunakan untuk pencegahan primer dari serangan jantung dan stroke, karena risikonya jauh lebih besar daripada manfaatnya.

Yuk, mulai sekarang juga makan buah-buahan dan sayuran secara seimbang.

*******
Thanks
Sains Box
Sains Box

Artikel Menarik Lainnya:



FOLLOW and JOIN to Get Update!

Advertisement

loading...

2 komentar:

  1. wah jadi nambah pinter mas ternyata yah keren" mas...

    BalasHapus
  2. masyallah :O emang bahaya kalo diet sembarangan tuh..maunya cantik sehat eh malah sakit ujungnya mati :(
    mas maaf ga ada guestbooknya,,kalo mau blogwalking kesini aja >> www.tutorskita.blogspot.com

    BalasHapus