Hibernasi Manusia Dalam Perjalanan Angkasa


Senin, 20 April 2015
Label:

[Sains Box] Seperti yang kita ketahui, proses hibernasi seringkali hanya dilakukan oleh hewan, misalnya beruang. Pada musim dingin, beruang akan melakukan sebuah fase tidur panjang mereka yang biasa dikenal dengan nama hibernasi. Nah, hibernasi ini apakah bisa juga dilakukan pada manusia? Jawaban atas pertanyaan tersebutlah yang sedang dicari dan diselidiki oleh para ilmuwan. Sebab, menurut mereka, hibernasi manusia akan sangat membantu dan merupakan cara terbaik manusia dalam melakukan perjalanan ruang angkasa jarak jauh.

Saat ini ada beberapa jenis mamalia yang mampu tidur selama berbulan-bulan pada satu waktu, namun manusia terus tetap sepenuhnya bergantung pada rutinitas sehari-hari dari tidur dan bangun.

Hibernasi Manusia dalam Perjalanan Luar Angkasa

Hibernasi pasti akan memiliki keuntungan, terutama pada misi perjalanan ruang angkasa yang panjang di mana kemampuan kru untuk pergi tidur pada sebagian besar perjalanan akan mengurangi jumlah sumber daya yang dibutuhkan untuk menjaga mereka hidup dan memudahkan perjalanan yang sangat panjang.

Baca Juga:

Saat ini, para peneliti di Badan Antariksa Eropa telah mulai menyelidiki cara ini untuk benar-benar membuat hal ini terjadi dengan pemahaman yang lebih baik dan kemudian mengadaptasi proses yang membuat hibernasi efektif menjadi mungkin selain pada spesies beruang.

"Ini tidak berarti astronot kita akan berhibernasi dalam waktu dekat, tapi kita belajar terlebih dahulu dari alam bagaimana memahami beberapa hal yang terjadi pada hewan selama hibernasi, seperti mencegah keroposnya tulang atau mencegah kehilangan otot," kata Leopold Summerer, kepala konsep maju di ESA.

"Ini sudah sesuatu yang akan menjadi manfaat besar bagi perjalanan luar angkasa jarak jauh."

Solusi lain yang mungkin terletak pada bagaimana menginduksi jenis hipotermia terapeutik, sesuatu yang sudah kadang-kadang digunakan untuk membantu pasien dengan cedera otak atau yang hatinya telah berhenti berdetak.

Sementara upaya-upaya sebelumnya telah berhasil menerapkan metode ini untuk seseorang selama tiga hari, namun membuat seseorang tertidur selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun selama perjalanan ruang angkasa akan membutuhkan tantangan yang cukup besar.

Hibernasi Manusia dalam Perjalanan Luar Angkasa

Ada juga kemungkinan bahwa, mengingat degradasi otot terlihat pada astronot yang kembali dari ruang angkasa, hibernasi untuk jangka waktu yang lama mungkin hanya menjadi proposisi praktis.

Hal ini kita bisa pelajari juga dari sebuah peristiwa yang pernah terjadi pada seorang pengendara mobil salju asal Swedia sekitar tahun 2012, yang harus mengalami peristiwa naas sehingga menyebabkannya terjebak di bawah salju selama dua bulan tanpa makan. Menurut dokter yang menyelamatkannya, ia bisa selamat berkat suhu dari inti tubuhnya yang turun drastis, proses ini sama halnya seperti yang terjadi pada beruang saat hibernasi.

Nah, apakah manusia juga bisa berhibernasi dengan cara menurunkan suhu tubuhnya? Atau ada cara lain untuk bisa membantu mewujudkan hal itu? Mungkin butuh waktu untuk membuatnya menjadi kenyataan. Dan jika hal itu terwujud, maka perjalanan ruang angkasa jarak jauh yang selama ini di idam-idamkan oleh umat manusia, akan benar-benar terlaksana seperti yang sering kita lihat dalam film-film fiksi.

*******
Thanks
Sains Box
Sains Box

Mobile Version

(rt)

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Advertisement

0 komentar:

Posting Komentar