Proxima Centauri, Terlalu Bahaya Untuk Planet Berpenghuni


Selasa, 27 Februari 2018
Label:
Advertisement
[Sains Box] Proxima Centauri, Terlalu Bahaya Untuk Planet Berpenghuni

Sebuah tim astronom yang dipimpin oleh Meredith MacGregor dan Alycia Weinberger telah mendeteksi adanya suar bintang besar, sebuah ledakan radiasi yang energik berasal dari bintang terdekat ke Matahari kita sendiri, yaitu Proxima Centauri, yang terjadi pada bulan Maret tahun lalu. Temuan ini terus menimbulkan pertanyaan tentang kewaspadaan terhadap exoplanet tetangga terdekat Tata Surya kita, yaitu Proxima b, yang mengorbit Proxima Centauri.

MacGregor, Weinberger dan rekan mereka dari Universitas Colorado Boulder berhasil mendeteksi suar yang sangat besar ketika mereka melakukan pengamatan ulang yang dilakukan tahun lalu oleh Atacama Large Millimeter/submillimeter Array, atau disingkat ALMA, adalah sebuah teleskop radio yang terdiri dari 66 antena.

Baca Juga:

Proxima Centauri, Terlalu Bahaya Untuk Planet Berpenghuni

Pada puncak luminositas itu 10 kali lebih terang dari lidah api terbesar Matahari kita ketika diamati pada panjang gelombang yang sama. Bahaya Stellar belum dipelajari dengan baik pada panjang gelombang yang dideteksi oleh ALMA, terutama di sekitar bintang tipe Proxima Centauri, yang merupakan paling umum di galaksi kita.

"24 Maret 2017 bukanlah hari biasa bagi Proxima Centauri," kata pemimpin penulis MacGregor.

Lidah api tersebut meningkatkan kecerahan Proxima Centauri menjadi 1.000 kali lebih dari 10 detik. Ini didahului oleh lidah api yang lebih kecil; Bersama-sama, keseluruhan peristiwa berlangsung kurang dari dua menit dari 10 jam dimana ALMA mengamati bintang tersebut antara Januari dan Maret tahun lalu.

Proxima Centauri, Terlalu Bahaya Untuk Planet Berpenghuni

Bahaya Stellar terjadi saat pergeseran medan magnet bintang mempercepat elektron mendekati kecepatan cahaya. Elektron yang dipercepat berinteraksi dengan plasma bermuatan tinggi yang membentuk sebagian besar bintang, menyebabkan letusan yang menghasilkan emisi di seluruh spektrum elektromagnetik.

"Kemungkinan Proxima b meledak dengan radiasi energi tinggi selama suar ini," jelas MacGregor.

Proxima Centauri sudah diketahui juga mengalami semburan sinar x biasa, meski lebih kecil.

"Selama miliaran tahun sejak Proxima b terbentuk, suar seperti yang satu ini bisa menguapkan atmosfer atau samudera manapun dan mensterilkan permukaan, menunjukkan bahwa habitabilitas yang mungkin harus melibatkan lebih dari sekedar jarak yang benar dari bintang induknya untuk memiliki air cair."

Kondisi seperti ini tentunya sangat membahayakan bagi keberadaan planet berpotensi dapat dihuni berada di sekitar bintang tersebut. Jika memang benar ada planet seperti itu di sekitar Proxima Centauri.

*******
Thanks
Sains Box
Sains Box

Artikel Menarik Lainnya:



FOLLOW and JOIN to Get Update!

Advertisement

loading...

0 komentar:

Posting Komentar