Advertisement
Penelitian terbaru terhadap Formasi Durupinar di dekat Gunung Ararat mengungkapkan bahwa formasi tersebut mungkin terdiri dari lebih dari sekadar batuan padat.
Situs yang sejak lama dikabarkan sebagai tempat peristirahatan terakhir Bahtera Nuh ini terletak sekitar 3 km di sebelah utara perbatasan Iran dan berada pada ketinggian sekitar 6.500 kaki di atas permukaan laut.
Baca Juga:
- Bersiaplah, Asteroid Raksasa Akan Terlihat oleh 90% Populasi Bumi pada Tahun 2029
- Cetakan Tangan Misterius di Dinding Parit Yerusalem Kuno
![]() |
| Formasi Durupinar atau yang dikenal sebagai Bahtera Nuh. (Kredit: Zorka Sojka / CC BY-SA 4.0) |
Para peneliti dari seluruh dunia telah meneliti situs ini selama bertahun-tahun, namun pertanyaan mengenai apakah situs ini benar-benar merupakan tempat peristirahatan terakhir kapal yang tercatat dalam Alkitab tersebut, atau sekadar formasi alami, masih belum terjawab.
Penelitian terbaru, yang dipimpin oleh Dr. Khosrow Bakhtar dan pendiri Noah's Ark Scans, Andrew Jones, menggunakan sistem radar khusus—yang juga digunakan oleh Angkatan Udara AS—untuk memetakan kondisi di bawah permukaan tanah.
"Saya dan tim sedang mengevaluasi secara cermat data bawah permukaan yang telah dikumpulkan; data ini membantu dalam merancang pola pengeboran inti yang akan dilakukan di lokasi tersebut," ujar Dr. Bakhtar.
"Kami akan memanfaatkan kemampuan unik BakhtarRadar untuk membedakan secara langsung antara kayu yang telah membatu dan pernah dikerjakan oleh tangan manusia—yang mungkin masih terjaga kondisinya—dengan formasi batuan alami di sekitarnya serta komposisi mineralnya yang beragam."
Sejauh ini, hasil pemindaian telah mengungkap sejumlah anomali yang menarik serta bukti adanya lapisan-lapisan berbeda di dalam formasi tersebut, yang mengisyaratkan bahwa formasi itu bukan sekadar bongkahan batu padat.
"Kami meyakini bahwa Formasi Durupinar adalah sisa-sisa Bahtera Nuh, dan itulah sebabnya kami ingin mengujinya melalui metode ilmiah yang paling ketat yang dapat kami lakukan," kata Jones.
Kisah Bahtera Nuh sendiri masih menjadi topik perdebatan sengit; sementara banyak orang percaya bahwa kisah Nuh dan Air Bah benar-benar terjadi sebagaimana tertulis dalam Alkitab, pihak lain berpendapat bahwa peristiwa tersebut secara fisik mustahil untuk terjadi.
Oleh karena itu, gagasan mengenai keberadaan sisa-sisa kapal yang tercatat dalam Alkitab tersebut masih menjadi hal yang diperdebatkan. Kita tunggu saja hasil penelitian selanjutnya.
|
|
Artikel Menarik Lainnya:





-
0 komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah yang baik dan sopan. Dilarang meninggalkan jejak link hidup maupun iklan promosi di kolom komentar. Silahkan hubungi Admin jika ingin bekerjasama dalam hal iklan. Terima kasih.