Advertisement
Objek tersebut, yang menjadi topik studi dan perdebatan intensif tahun lalu, masih menyimpan beberapa kejutan.
Saat ini, hampir semua orang pasti sudah mendengar tentang 3I/ATLAS, sebuah objek antarbintang—yang oleh sebagian besar ilmuwan dianggap sebagai komet—yang ditemukan melewati tata surya kita tahun lalu.
Baca Juga:
- Benarkah Objek Antarbintang 3I/ATLAS adalah Pesawat Ruang Angkasa Alien?
- Nagatitan, Spesies Dinosaurus Baru yang Sangat Besar Ditemukan di Asia Tenggara
![]() |
| Objek antarbintang 3I/ATLAS masih menyimpan banyak misteri dan keraguan para astronom. (KreditAI-generated Midjourney) |
Sebagian besar intrik seputar objek ini berasal dari minoritas yang vokal—termasuk Profesor Avi Loeb dari Harvard—yang percaya bahwa ada kemungkinan yang masuk akal bahwa 3I/ATLAS sebenarnya adalah objek buatan yang dikendalikan oleh peradaban ekstraterestrial yang maju.
Bukti hal ini datang dalam bentuk berbagai anomali mengenai kecepatan, komposisi, dan lintasan objek yang oleh Loeb khususnya ditafsirkan sebagai bukti konstruksi buatan.
Namun, ketika 3I/ATLAS mencapai titik terdekatnya dengan Bumi dan kembali menuju ruang antarbintang, dengan cepat menjadi jelas bahwa tidak ada kecerdasan sama sekali di dalamnya.
Akan tetapi, bukan berarti penyusup antarbintang yang aneh ini tidak menyimpan beberapa kejutan lagi, seperti yang dibuktikan minggu ini ketika NASA menerbitkan hasil pengamatan terbarunya terhadap objek tersebut.
Menggunakan MIRI (Mid-Infrared Instrument) dari Teleskop Luar Angkasa James Webb, para astronom menemukan gas metana—sesuatu yang belum terdeteksi selama pengamatan sebelumnya.
Hal ini menunjukkan bahwa metana kemungkinan terperangkap di bawah permukaan objek dan kemudian terpapar ketika lapisan atas memanas selama pendekatan terdekatnya ke Matahari.
NASA juga mengungkapkan bahwa jumlah metana relatif terhadap air sangat tinggi dan bahwa 3I/ATLAS juga kaya akan karbon dioksida.
Anomali-anomali ini merupakan bukti bahwa komet tersebut terbentuk di lingkungan yang jauh berbeda dari kebanyakan komet yang terbentuk di tata surya kita sendiri.
(nasa)
|
|
Artikel Menarik Lainnya:





-
0 komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah yang baik dan sopan. Dilarang meninggalkan jejak link hidup maupun iklan promosi di kolom komentar. Silahkan hubungi Admin jika ingin bekerjasama dalam hal iklan. Terima kasih.