Hasil Studi DNA 151 Mumi Mesir Kuno Terungkap


Selasa, 06 Juni 2017
Label: ,
Advertisement
[Sains Box] Para ilmuwan telah mengungkapkan hasil sebuah penelitian baru-baru ini terhadap DNA dari 151 mumi Mesir kuno. Jenazahnya, yang ditemukan di lokasi pemakaman purba Abusir el-Meleq di sepanjang tepi barat Sungai Nil yang lebih rendah, berasal dari sekitar tahun 1400 SM. ke 400 M

Memperoleh informasi genetik dari mumi kuno tersebut, telah terbukti sangat terkenal selama bertahun-tahun sehingga beberapa ilmuwan percaya hal itu tidak mungkin dilakukan.

Baca Juga:

"Iklim Mesir yang panas, tingkat kelembaban yang tinggi di banyak makam dan beberapa bahan kimia yang digunakan dalam teknik mumifikasi berkontribusi pada degradasi DNA dan diperkirakan membuat kelangsungan hidup DNA jangka panjang dalam mumi Mesir menjadi tidak mungkin," kata peneliti senior Johannes Krause.

Hasil Studi DNA 151 Mumi Mesir Kuno Terungkap

Meskipun demikian, studi baru yang inovatif, yang telah terbukti sekali dan untuk semua yang benar-benar memungkinkan untuk mengambil DNA dari mumi purba, telah berhasil membuka pintu menuju kekayaan data genetik historis yang dapat memberi tahu kita banyak tentang keturunan dari orang Mesir kuno

Secara khusus, tim tersebut menetapkan untuk "menguji apakah penaklukan Alexander Agung dan kekuatan asing lainnya telah meninggalkan jejak genetik pada populasi Mesir kuno."

Ternyata, hanya ada sedikit bukti yang menunjukkan bahwa inilah masalahnya.

"Genetika komunitas Abusir el-Meleq tidak mengalami perubahan besar selama rentang waktu 1.300 tahun yang kami pelajari, menunjukkan bahwa populasi tetap secara genetis relatif tidak terpengaruh oleh penaklukan dan peraturan asing," kata pemimpin kelompok Wolfgang Haak dari Institut Max Planck.

Menariknya, orang Mesir kuno sebenarnya lebih dekat berhubungan dengan orang Eropa daripada orang Afrika.

"Kami menemukan bahwa orang Mesir kuno sangat dekat dengan sampel Neolitik dan Perunggu di Levant, juga populasi Neolitik Anatolian dan Eropa," tulis para peneliti.

"Ketika membandingkan pola ini dengan orang Mesir modern, kami menemukan bahwa orang-orang Mesir kuno lebih dekat hubungannya dengan semua populasi Eropa modern dan kuno yang kami uji, kemungkinan karena komponen Afrika tambahan dalam populasi modern."

*******
Thanks
Sains Box
Sains Box

Artikel Menarik Lainnya:



FOLLOW and JOIN to Get Update!

Advertisement

loading...

2 komentar:

  1. Lama kaga ngesot kemari..apa kabarnya Mas..hehhee

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih, makanya lantai di rumah ane jd kotor gak ada yg ngesot2 lama bgt... hehe :D
      kabar baik bang... Bang Icah kok ganti nama sih?

      Hapus