Fosil Serangga Tongkat Berusia 126 Juta Tahun


Jumat, 21 Maret 2014
Label:
Advertisement
[Sains Box] Sebuah tim ilmuwan internasional mengatakan, mereka telah menemukan fosil serangga di Cina yang hidup sekitar 126 juta tahun yang lalu yang penampilannya bisa menirukan (kamuflase) dengan tanaman di dekatnya.

"Ini adalah serangga tongkat dan daun tertua, mereka dikenal bisa menggunakan tipu daya alam seperti halnya bunglon", kata mereka.

Serangga yang bernama latin Cretophasmomima melanogramma ini ditemukan di provinsi Liaoning di timur laut China, bagian dari formasi batuan Jehol yang telah menghasilkan banyak fosil makhluk hidup dengan detail yang memukau seperti fosil burung yang pertama kali dan dinosaurus berbulu.

Fosil Serangga Tongkat Berusia 126 Juta Tahun

Fosil Serangga Tongkat Berusia 126 Juta Tahun
Sebuah fosil serangga tongkat yang dikenal sebagai Cretophasmomima melanogramma, di Inner Mongolia di wilayah Jehol, sebuah situs dari periode Cretaceous

Fosil Serangga Tongkat Berusia 126 Juta Tahun
Fosil tumbuhan, admirabilis Membranifolia

Foto-foto tersebut diatas diperkenalkan oleh Olivier Béthoux, seorang ahli paleontologi dengan Museum Nasional Sejarah Alam di Paris.

Para peneliti menyadari serangga ini tampak sangat menyerupai daun tanaman yang tumbuh di tempat yang sama pada saat itu, tanaman ini masih kerabat dari pohon Ginkgo. Fosil tersebut menunjukkan sayap dengan garis-garis gelap paralel. Tanaman ini memiliki daun yang mirip bentuk lidah dengan ditandai beberapa garis.

Para peneliti berpikir serangga ini berevolusi untuk bisa terlihat seperti daun ini - bahkan warna hijau mereka - dan menyembunyikan diri dari predator dengan berbaur pada warna dedaunan.

Jenis betina dari serangga ini diperkirakan mencapai sekitar panjang 2,2 inci (55 mm) dan untuk jantannya sedikit lebih kecil.

“Cretophasmomima melanogramma ini merupakan salah satu sepupu serangga tongkat daun," kata ahli paleontologi Olivier Béthoux dari Pusat Penelitian Paleobiodiversity dan Paleoenvironments ( CR2P ) dan Museum Nasional Sejarah Alam di Paris. Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal online PLOS ONE .

Cretophasmomima melanogramma hidup pada masa Cretaceous, yang terakhir dari tiga periode waktu yang membentuk Era Mesozoikum, seringkali juga disebut Age of Dinosaurs. Ia tinggal di lingkungan yang hangat dan basah dengan banyaknya tanaman-tanaman yang besar, didominasi oleh tumbuhan runjung tetapi juga menampilkan kerabat Gingko, cycas dan lain-lain.

"Kedatangan burung kecil dan lincah pemakan serangga, memberikan alasan yang baik bagi serangga tersebut untuk mengembangkan strategi menipu predator, strategi itu adalah dengan cara meniru penampilan daun dan bagian tanaman", kata Béthoux.

Para peneliti mengatakan serangga ini memiliki beberapa karakteristik yang serupa dengan serangga pada masa kini, seperti bagian yang melengkung dari kaki depan yang menyembunyikan kepala mereka.

Serangga Tongkat

Ada sekitar 3.200 spesies yang dikenal dengan sebutan serangga tongkat dan daun, yang merupakan anggota dari ordo serangga yang dikenal sebagai Phasmatodea, berasal dari kata Yunani kuno untuk phantom (hantu) yang memiliki kemampuan untuk menghilang berbaur dengan bentuk latar belakang mereka.

Mereka juga kadang-kadang disebut tongkat atau daun yang berjalan dan termasuk salah satu makhluk yang paling mencolok di dunia serangga, mengembangkan bentuk yang tidak biasa untuk menyamarkan diri mereka sebagai vegetasi dengan tujuan untuk menghindari deteksi para predator.

serangga tongkat

serangga tongkat

Beberapa dari mereka memliki bentuk yang rata, seperti bentuk daun dengan warna yang sama, namun ada juga yang memiliki tubuh silinder persis seperti tongkat atau kulit kayu.

Ada satu varietas di Malaysia, umumnya dikenal sebagai "Megastick Chan", yaitu serangga terpanjang di dunia dengan panjang sekitar 22 inci.




sign


Artikel Menarik Lainnya:



FOLLOW and JOIN to Get Update!

Advertisement

loading...

0 komentar:

Posting Komentar