Ekspedisi LaViolette Ungkap Crop Circles 2012


Sabtu, 30 Januari 2010
Label: ,
Advertisement
[Sains Box] Setelah saya ungkap melalui dua postingan kemarin tentang "Skenario 2012" yang terukir lama dalam formasi Crop Circles.

Dimana kesejajaran akan terjadi dan planet kita akan dihujani oleh sinar gamma yang paling mematikan yang pernah ada, maka kali ini saya ingin mengungkapkan sebuah ekspedisi yang dilakukan oleh Dr. Paul LaViolette dalam menganalisis kebenaran tentang sinar gamma di masa lampau.

Tujuan utama LaViolette adalah untuk mencari bukti tentang meningkatnya tingkat debu kosmis dalam catatan inti es yang sesuai dengan Zaman Es terakhir.

Lalu bagaimana Anda dapat mengatakan bila memang ada debu kosmis di dalam es? Apakah itu adalah kehadiran elemen tertentu yang sedang dicarinya?

Ya. Dr. Paul LaViolette memang mencari contoh Iridium dan Nikel yang ada pada debu kosmis berkadar tinggi.



Secara khusus ia sedang mencari logam berharga, yaitu Iridium. Kandungan material ini kurang lebih seratus kali lebih melimpah daripada material kosmis lain dalam debu kosmis. Emas adalah elemen lain yang ia temukan pada tingkatan yang lebih atas pada kutub es.



Bagaimana dengan Beryllium?

Dalam rangka untuk melakukan itu, Dr. Paul mengatakan bahwa, Anda perlu teknik analisis berbeda. Beryllium dapat ditemukan dengan spektrometer massal.

Dr. Paul menggunakan aktivasi neutrino yakni ketika Anda menghujani sampel Anda dalam reaktor, membuatnya bersifat radioaktif dan kemudian mengukur sinar gamma yang dihasilkan. Dari situ Anda dapat mengatakan apa yang ada di dalam es.




Dengan Berryllium 10, isotop radioaktif Beryllium dibentuk dalam atmosfir ketika atmosfir diserang dengan sinar kosmis. Dalam rangka untuk memisahkan isotop tertentu itu dari isotop Beryllium lain, Anda memerlukan akselerator. Ini adalah pendekatan yang sepenuhnya berbeda tetapi sebagian orang lain telah menyelesaikannya. Mereka menemukan Beryllium 10 berkadar tinggi di dalam es. Jadi peristiwa ini memang pernah terjadi sebelumnya.

Sejumlah pengujiannya dilaksanakan dari kedalaman berbeda, atau lebih tepatnya adalah dengan contoh es yang sesuai dengan periode diantara 12.000 - 16.000 tahun lalu pada akhir Zaman Es terakhir. Contoh itu sesuai dengan waktu kepunahan hewan di Bumi, di zaman punahnya dinosaurus secara massal.



Pada akhir 2012 kita dapat memperkirakan adanya hantaman paling sedikit lima gelombang super dengan kekuatan cukup untuk menyebabkan Zaman Es baru. Hantaman akan berjalan dengan kecepatan lebih cepat daripada kecepatan cahaya, dari titik awal mereka yang berjarak 26.000 Tahun Cahaya jauhnya, yaitu lubang hitam di pusat galaksi Gugusan Bima Sakti.





Yang belum jelas adalah apakah inti galaksi dari Gugusan Bima Sakti memang meledak 26.000 tahun lalu?



Bila sinar berjalan dengan kecepatan cahaya, maka akan memerlukan waktu yang sama untuk mencapai Bumi kita, atau lebih cepat. Ini artinya berjalan lebih cepat daripada kecepatan cahaya. Ini bukanlah sesuatu yang tidak mungkin, karena teleskop kita telah mencatat kecepatan jet galaktika yang bergerak paling sedikit lima kali kecepatan cahaya.

Fantastic!!

Kini jelaslah sudah, penemuan yang dihasilkan dari ekspedisi LaViolette adalah bukti dari keadaan di masa yang lalu, keadaan yang telah membuat kepunahan massal bagi para dinosaurus.

Jika berdasarkan ramalan-ramalan yang ada, berarti sejarah ini akan terulang kembali. Namun pertanyaannya adalah:

Siapkah kita menghadapinya?

(disini saya hanya sekedar menulis apa yang ingin saya tulis. Saya tidak sedang meyakinkan kepada Anda tentang apa yang terjadi di masa depan, karena sesungguhnya Yang Maha Mengetahui hanyalah Dia yang di atas sana. Tapi tidak ada salahnya jika kita kembali merenungi, siapkah kita? seberapa siapkah kita jika semua itu ternyata benar? Tanyalah pada diri sendiri...)



sign


Artikel Menarik Lainnya:



FOLLOW and JOIN to Get Update!

Advertisement

loading...

2 komentar:

  1. Mantaaap..!
    keep posting bro..
    hal misterius apa lg yg ada?
    saya tunggu..

    by:Crop Circle mania

    BalasHapus
  2. Pertamaaax...
    cihuuuy..!

    BalasHapus