Hewan Terpanjang Di Dunia Ini Memiliki Toksin Serangga


Selasa, 27 Maret 2018
Label:
Advertisement
[Sains Box] Hewan Terpanjang Di Dunia Ini Memiliki Toksin Serangga

Cacing bootlace yang memiliki nama latin Lineus longissimus telah dikenal sebagai hewan terpanjang di dunia. Panjang tubuhnya bisa mencapai hingga 55 meter. Dalam sebuah studi baru pada cacing ini telah diketahui bahwa cacing ini ternyata memiliki toksin yang dapat membunuh kecoak dan kepiting.

Studi baru yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Uppsala, Universitas Linnaeus dan Pusat Informasi Spesies Swedia di Universitas Ilmu Pertanian Swedia ini telah berhasil mengungkap bahwa toksin yang dihasilkan oleh cacing bootlace bisa digunakan atau diterapkan dalam insektisida pertanian.

Baca Juga:

Hewan Terpanjang Di Dunia Ini Memiliki Toksin Serangga

Cacing bootlace adalah sejenis cacing pita yang banyak ditemukan di sepanjang pantai Inggris. Tim peneliti yang telah lama meneliti cacing ini menemukan adanya neurotoksin berbasis protein yang akan dikeluarkan bersama dengan lendir manakala ia merasa jengkel atau marah. Lendir yang tebal tersebut mengandung racun yang mematikan bagi hewan-hewan sejenis krustacea. Bahkan juga dapat membunuh kecoak.

"Toksin peptida ini adalah zat yang paling beracun yang telah ditemukan di kerajaan hewan Swedia dan fakta bahwa mungkin untuk menggunakannya membuat penemuan itu bahkan lebih menarik. Kita sudah tahu bahwa racun peptida ditemukan di, misalnya, kerang-kerang yang hidup di perairan tropis. Namun, cacing pita ini hidup di perairan yang lebih dingin, garis pantai Britania Raya dan Norwegia serta pantai barat Swedia," kata Ulf Göransson, Profesor Farmakognosi, Departemen Kimia Obat, Universitas Uppsala, yang memimpin penelitian.

"Toksin peptida memiliki efek yang sangat kuat pada krustasea dan kecoak, itulah sebabnya itu bisa berfungsi sebagai insektisida yang sangat efektif.”

Hewan Terpanjang Di Dunia Ini Memiliki Toksin Serangga

Racun ini bisa menghambat inaktivasi saluran sodium pada tiga hewan invertebrata yaitu kecoak Jerman, tungau Varroa, dan lalat buah. Racun tersebut mengakibatkan adanya sinyal listrik terus-menerus di saraf dan otot korbannya sehingga mengakibatkan kelumpuhan. Namun, para peneliti percaya bahwa racun tersebut mungkin tidak beracun bagi manusia atau mamalia lainnya.

Racun dari cacing bootlace juga diyakini dapat digunakan untuk mengembangkan insektisida baru. Seperti halnya obat-obatan atau alat farmakologi lainnya yang diekstraksi dari neurotoksin ular, laba-laba, dan kerang kerucut melalui bioteknologi yang sudah maju saat ini.

*******
Thanks
Sains Box
Sains Box

Artikel Menarik Lainnya:



FOLLOW and JOIN to Get Update!

Advertisement

loading...

0 komentar:

Posting Komentar