Kondisi Titan Sebenarnya Mendukung Kehidupan Primitif


Minggu, 30 Juli 2017
Label:
Advertisement
[Sains Box] Kondisi Titan Sebenarnya Mendukung Kehidupan Primitif

Bulan milik Saturnus yang misterius yaitu Titan, mungkin jauh lebih layak huni daripada yang diyakini ilmuwan sebelumnya. Titan adalah tempat yang, pada awalnya, tampaknya memiliki banyak hal yang nampak sangat familier, seperti samudera, sungai, pegunungan yang tertutup salju dan bahkan sistem cuaca yang aktif.

Namun setelah dilihat lebih dekat, segera menjadi jelas bahwa Titan ternyata jauh lebih asing. Sungai dan samudranya tidak dipenuhi dengan air cair namun dengan bentuk hidrokarbon cair yang eksotis, sementara puncaknya yang tertutup salju benar-benar ditaburi lapisan metana, bukan air es.

Baca Juga:

Namun kini, para ilmuwan yang menganalisis data yang dikembalikan oleh pesawat ruang angkasa Cassini NASA telah menemukan apa yang tampaknya merupakan anion rantai karbon yaitu blok bangunan molekul yang lebih kompleks dan indikator kunci bahwa Titan, yang jauh dari keadaan yang ramah, sebenarnya bisa mendukung kehidupan primitif.

Kondisi Titan Sebenarnya Mendukung Kehidupan Primitif

Penemuan ini juga menunjukkan bahwa dunia mirip Titan lainnya mungkin berpotensi layak huni.

"Kami telah membuat identifikasi anion rantai karbon yang tidak ambigu mirip seperti atmosfer planet," kata pemimpin penelitian Ravi Desai dari University College London.

"Kami percaya, ini adalah batu loncatan penting di lini produksi molekul organik yang tumbuh lebih besar dan lebih kompleks, seperti partikel kabut bulan yang besar."

"Ini adalah proses yang dikenal di media antar bintang, awan molekuler besar yang membentuk bintang, tapi sekarang kita telah melihatnya di lingkungan yang sama sekali berbeda, yang berarti dapat mewakili proses universal untuk menghasilkan molekul organik yang kompleks."

"Pertanyaannya adalah, mungkinkah itu terjadi di atmosfer nitrogen-metana lain seperti di Pluto atau Triton, atau pada planet ekstrasurya dengan sifat yang serupa?"

Jika iya? Maka kemungkinan adanya kehidupan asing di luar sana, menjadi jauh lebih mungkin.


*******
Thanks
Sains Box
Sains Box

Artikel Menarik Lainnya:



FOLLOW and JOIN to Get Update!

Advertisement

loading...

0 komentar:

Posting Komentar