"Pelangi Api", Fenomena Awan Cirrus Langka


Rabu, 02 Juli 2014
Label:

[Sains Box] Jika Anda salah satu pencinta awan, pasti pernah mengenal fenomena yang satu ini. Fenomena ini bisa ditemukan pada musim panas, namun posisinya berada di antara garis lintang tertentu. Ketika matahari berada di posisi langit paling tinggi, maka sinarnya yang memancar datar akan berpendar manakala menabrak kristal es yang berbentuk segi enam dalam gumpalan awan. Sinar ini lalu terbagi menjadi warna-warna pelangi seperti dalam prisma. Kondisi yang diperlukan untuk membentuk sebuah “pelangi api”, matahari harus tepat di posisi ketinggian 58 derajat atau lebih, dan yang paling terpenting adalah harus ada awan cirrus dengan kristal es di ketinggian itu. Sehingga saat sinar menerpa kristal es tersebut dari sudut yang tepat, maka fenomena “pelangi api” ini pun akan terjadi.

fenomena pelangi api

fenomena pelangi api

fenomena pelangi api

Secara teknis, fenomena ini dikenal juga sebagai “busur sirkum horizontal” yaitu sebuah halo es yang terbentuk oleh plat kristal es di awan cirrus yang tinggi. Halo yang terbentuk begitu besar sehingga lengkungannya muncul sejajar dengan cakrawala. Hal inilah yang menyebabkan peristiwa ini menjadi sebuah fenomena yang langka.

fenomena pelangi api

fenomena pelangi api

fenomena pelangi api

fenomena pelangi api

fenomena pelangi api

fenomena pelangi api

Pada tahun 2003, peristiwa langka ini pernah terjadi di langit dekat Fredericton, New Brunswick, Kanada.

Pada dasarnya, posisi pengamat juga berpengaruh penting. Sebab fenomena “pelangi api” ini bisa dilihat jika lokasi pengamat berada di 55 derajat Utara atau 55 derajat Selatan, dengan waktu-waktu tertentu saat mereka melihatnya. Contohnya saja, di London, Inggris posisi matahari berada paling tinggi 140 jam terjadi antara pertengahan bulan Mei dan akhir Juli. Sedangkan di Los Angeles, posisi matahari terletak pada ketinggian 58 derajat selama 670 jam terjadi antara akhir bulan Maret dan akhir bulan September. Ini berarti fenomena ini hanya bisa terjadi ketika semua faktor-faktor itu bertepatan posisinya. Dan faktor yang paling penting adalah adanya awan cirrus, sebab yang menyebabkan pelangi ini mirip seperti efek api karena bentuk awan cirrus tersebut. Meskipun permainan warna pernah juga ditemukan di awan altocumulus, dan awan lenticular cirrocumulus, namun peristiwa adanya permainan warna di awan cirrus sangatlah langka.




sign


loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Advertisement

1 komentar: