Misteri Penyebab Mumifikasi Mayat-mayat di Venzone


Sabtu, 16 Desember 2017
Label:
Advertisement
[Sains Box] Misteri Penyebab Mumifikasi Mayat-mayat di Venzone

Ditemukan banyak mayat di gereja kota Venzone, Italia, yang sudah menjadi mumi, namun proses mumifikasinya terlihat aneh, berbeda dengan mumi yang ada di Mesir. Sejak ditemukan pertama kali tahun 1647 hingga kini masih misteri apa yang menyebabkan mayat tersebut awet menjadi mumi.

Ini memang bukanlah berita baru, namun saya tergelitik untuk mengulasnya disini. Pada tahun 1647, para pekerja konstruksi bangunan yang sedang mengadakan kegiatan konstruksi di Gereja Saint Andrew yang berada di kota kecil Venzone, tepatnya di provinsi Udine, Italia, tanpa sengaja malah membobol sebuah makam di halaman gereja tersebut. Di dalam makam itu terdapat tubuh pria yang terlihat sangat kering dengan ukuran tubuhnya yang tinggi. Namun anehnya, tubuh pria itu tampak telah menyusut menjadi tinggal 33 kg, atau sekitar 15 kg. Dan yang lebih aneh lagi adalah tubuh mayat pria itu tidak membusuk sama sekali.

Baca Juga:

Selama 4 abad berikutnya sampai saat ini, telah ada sejumlah 42 mayat yang sudah digali dari makam di halaman gereja itu. Semuanya telah mengalami sebuah proses yang dinamakan 'mumifikasi spontan' selang beberapa saat setelah mereka dimakamkan.

Misteri Penyebab Mumifikasi Mayat-mayat di Venzone

Kulit mereka terlihat berubah menjadi kuning kecoklatan. Sedangkan otot, dan jantung mereka telah berkurang menjadi selaput tipis. Untuk organ-organ dalam ginjal dan pankreas juga nampaknya telah hilang. Volume otaknya pun menjadi sepertiga. Mumi ini memiliki berat tubuh antara 22 dan 44 kilogram. Walaupun bentuknya sudah berubah, beberapa fitur tubuhnya masih terlihat terpelihara dengan baik, juga dapat dikenali.

Sebuah penelitian mengungkap bahwa transformasi memang telah terjadi di dalam 11 makam, kesemuanya terletak di dekat altar yang tinggi. Namun tidak ada satu pun dari 11 makam ini yang menunjukkan adanya tanda-tanda konstruksi khusus, makam-makam tersebut terbuat dari batu, sangat tertutup, serta ditutup dengan lempengan batu.

Misteri Penyebab Mumifikasi Mayat-mayat di Venzone

Misteri Penyebab Mumifikasi Mayat-mayat di Venzone

Menurut sebuah artikel yang dipublikasikan tahun 1906, oleh penulisnya bernama F. Savorgnan de Brazza membahas beberapa hipotesis tentang penyebab mumifikasi mayat tersebut.

Katanya, adanya garam niter, alumina atau kapur mungkin telah menghasilkan pengeringan semacam itu, namun anehnya tidak ada garam seperti itu yang ditemukan di dalam makam. Penulis Brazza pun percaya bahwa mumi itu disebabkan oleh jamur bernama Hypha tombicina, yang mana sporanya menyebar umum di kuburan dan peti mati kayu mereka.

"Kuburan Hypha," sebutnya, "sangat ingin kelembaban. Jamur ini menyerapnya dengan cara pengisap mikroskopis yang berfungsi sebagai akar. Ia berkembang dan berkembang biak dengan sangat cepat dan mengeringkan tubuh sebelum mereka bisa masuk ke dalam dekomposisi."

Namun, upaya untuk menumbuhkan spesies Hypha ini, bagaimanapun juga, tidak pernah mengalami keberhasilan.



Pada saat tulisan Brazza diterbitkan, jumlah mumi di Venzone sebanyak 42 orang. Gempa yang terjadi di daerah tersebut sekitar tahun 1976 telah mengurangi jumlahnya sehingga menjadi tinggal 15 mumi saja. Jumlah mereka yang menurun telah membuat situasi yang agak sulit untuk mempelajari dengan tepat kondisi di balik terjadinya mumifikasi pada mereka. Selanjutnya, orang mati tidak lagi dikuburkan di gereja-gereja, jadi jumlah mereka juga tidak akan meningkat di masa depan.

Misteri Penyebab Mumifikasi Mayat-mayat di Venzone

Untuk saat ini, teori yang mengaitkan jamur tidak lebih hanya sebuah spekulasi saja. Pada tahun 1983, profesor University of Minnesota bernama Arthur C. Aufderheide mengunjungi situs tersebut dan diizinkan untuk meneliti dua contoh jamur dan juga ia mengumpulkan sampel kayu, tanah, serta batu bata untuk dianalisis. Akan tetapi, tak satu pun dari mikroorganisme yang dapat diidentifikasi untuk melengkapi deskripsi asli Hypha bombicina (ejaan seperti yang digunakan oleh Aufderheide dalam uraiannya saat itu.) Selain itu, Aufderheide juga mencatat, bahwa deskripsi Hypha bombicina terlalu tidak mencukupi untuk membedakannya dari banyak organisme lain dalam taksonomi modern. Aufderheide menyimpulkan bahwa penjelasan yang paling mungkin tentang pelestarian mayat di Venzone adalah tanah kapur yang dikeringkan dengan baik dan perlindungan makam oleh gereja yang mencegah menyerapnya air.

Mumi Venzone hingga saat ini terus menggelitik para ilmuwan dan wisatawan yang semakin banyak berkunjung ke situs ini. Beberapa mumi sekarang bisa Anda lihat di Crypt of the Cemetery Chapel of Saint Michael yang letaknya berada di gereja S. Andrea Apostolo.

Misteri penyebab mumi-mumi tersebut masih belum dapat dijelaskan hingga saat ini.

*******
Thanks
Sains Box
Sains Box


Thanks
Sains Box
Sains Box

Artikel Menarik Lainnya:




FOLLOW and JOIN to Get Update!

Advertisement

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik dan sopan. Dilarang meninggalkan jejak link hidup maupun iklan promosi di kolom komentar. Silahkan hubungi Admin jika ingin bekerjasama dalam hal iklan. Terima kasih.