Kisah Suram Ditutupnya Taman Gulliver, Jepang


Jumat, 14 Februari 2014
Label:

[Sains Box] Ada yang tahu dengan sosok raksasa Gulliver? Ternyata, kisahnya telah menginspirasi sebuah pembangunan taman hiburan di Jepang. Taman ini dibentuk sedemikian rupa, sehingga menyerupai sosok raksasa Gulliver yang sedang terjerat tali. Tapi sayangnya taman hiburan ini tidak berjalan lama. Hanya empat tahun saja taman hiburan ini beroperasi. Apakah ada kisah dibalik ketidaktenarannya?

Taman Hiburan yang bertema raksasa Gulliver ini terinspirasi berdasarkan kisah novel laris karya Johnathan Swift pada tahun 1726, berlokasi di dekat Gunung Fuji di Jepang, pernah dibuka pada tahun 1997 namun ditutup hanya empat tahun kemudian setelah gagal untuk menarik para pengunjung dan kini tempat itu pun dibiarkan terbengkalai begitu saja. Inti dari pembangunan taman adalah menghidupkan sebuah cerita tentang raksasa Gulliver yang memiliki tinggi 147 kaki dan tubuhnya terikat di lantai oleh para Liliput, yang dia temui di petualangan pertamanya.

Kisah Suram Dibalik Gagalnya Taman Gulliver

Seorang Fotografer yang bernama Martin Lyle, mengunjungi taman itu untuk menangkap gambar-gambar menarik di sana. Dia berkata : "Raksasa Gulliver itu benar-benar nyata. Ketika memasuki lapangan saya tidak melihatnya langsung, maka saat saya menggali lebih dalam ke taman, raksasa itu tiba-tiba menjulang tinggi dari lanskap."

Kisah Suram Dibalik Gagalnya Taman Gulliver

Kisah Suram Dibalik Gagalnya Taman Gulliver

"Ini adalah obyek yang paling menakjubkan dan surealis yang pernah saya lihat. Rasanya sangat aneh bisa berbaring di telapak tangan seorang pria raksasa, sementara di sekitar kita dikelilingi oleh pemandangan yang menakjubkan."

Taman Raya bertema raksasa Gulliver ini dibangun di sebelah Gunung Fuji dekat Aokigahara – yaitu sebuah tempat yang terkenal dengan sebutan 'hutan bunuh diri' di Jepang - dan dekat juga dengan bekas markas Aum Shinrikyo, kultus agama yang bertanggung jawab atas 13 kematian di Tokyo dalam serangan gas saraf tahun 1995.

Taman kerajaan Gulliver ini membuka pintunya pada tahun 1997, namun empat tahun kemudian terpaksa ditutup karena kurangnya pelanggan. Beberapa berspekulasi taman ini hanya menarik sedikit pengunjung dikarenakan lokasinya yang berdekatan dengan lokasi yang suram tersebut.

Kisah Suram Dibalik Gagalnya Taman Gulliver

Kisah Suram Dibalik Gagalnya Taman Gulliver, Jepang

Kisah Suram Dibalik Gagalnya Taman Gulliver, Jepang

Aokigahara adalah tempat peringat kedua yang terkenal dijadikan sebagai tempat bunuh diri paling populer di dunia setelah Jembatan Golden Gate di San Francisco, Amerika Serikat. Lebih dari 500 orang diketahui telah mengakhiri hidup mereka di hutan ini sejak tahun 1950.

Sementara itu, desa terdekat dari Kamikuishki adalah rumah bagi organisasi teroris Aum Shinrikyo, yang masih memiliki lebih dari 1.000 pengikut di seluruh dunia. Tempat itu digunakan sebagai basis untuk produksi gas saraf dalam serangan kereta bawah tanah Tokyo.

Mr Lyle, dari Atlanta, Georgia, USA mengatakan : "Saya bisa melihat mengapa taman ini tidak berlangsung lama. Saya tidak ingin pergi ke sebuah taman hiburan yang menyenangkan sementara di sampingnya terdapat tempat-tempat yang menyeramkan."

Kisah Suram Dibalik Gagalnya Taman Gulliver, Jepang

Kisah Suram Dibalik Gagalnya Taman Gulliver, Jepang

Sungguh sangat disayangkan, taman ini memiliki konsep yang aneh. Mengapa Anda mendasarkan sebuah taman di novel Inggris Abad ke-18?

"Mereka hanya memiliki sejumlah kecil atraksi di sana - lari gerobak luncur dan kereta api sederhana. Saya yakin itu tidak sangat menyenangkan."

Aku setuju dengan pendapat Mr Lyle.. ^_^)b

*******
Thanks
Sains Box
Sains Box

Mobile Version

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Advertisement

1 komentar: