Mamalia Lemur Memegang Kunci Hibernasi Manusia


Selasa, 22 Maret 2016
Label:
Advertisement
[Sains Box] Mamalia yang berhibernasi seperti lemur bisa memainkan peran dalam membantu umat manusia untuk berani keluar pada misi ruang angkasa. Ide untuk menggunakan hibernasi manusia (mati suri) untuk membantu astronot bertahan dalam perjalanan panjang melalui ruang angkasa bukan lagi menjadi topik yang baru.

Kembali pada tahun 1950, NASA menginvestasikan sejumlah besar uangnya untuk penelitian biologi yang bertujuan menemukan cara untuk menempatkan astronot tertidur selama perjalanan jarak jauh.

Mamalia Lemur Memegang Kunci Hibernasi Manusia

Baca Juga:

Dengan cara hibernasi, bukan hanya dapat menghemat kebutuhan hidup para awak saja,sperti makanan, air dan oksigen tetapi cara ini juga dapat menghindari kebosanan psikologis dan kesepian para awak dalam perjalanan melalui ruang angkasa hingga bertahun-tahun lamanya.

"Jika kita suatu hari mendapat harapan untuk mengunjungi sistem bintang lain, bahkan jika kita bisa bepergian dengan kecepatan cahaya, maka perjalanan itu akan membutuhkan waktu hingga tahunan," kata neuroscientist Ukrania, Vladyslav Vyazovskiy.

"Mampu masuk ke dalam keadaan mati suri jangka panjang akan membuat jarak menjadi terasa lebih dekat, sehingga mengurangi keadaan yang membosankan bagi para astronot serta dapat menjaga sumber daya vital mereka."

Kunci untuk mencapai ini, Vyazovskiy percaya, terletak pada memahami bagaimana dan mengapa beruang, lemur dan makhluk lainnya dapat berhibernasi selama berbulan-bulan pada suatu waktu.

Mamalia Lemur Memegang Kunci Hibernasi Manusia

"Fakta bahwa mamalia besar seperti beruang dan bahkan primata, seperti lemur kerdil ekor gemuk Madagaskar, bisa berhibernasi berarti bahwa secara teoritis manusia yang tidak memiliki energi terlalu besar dapat masuk ke dalam kondisi mati suri," katanya.

Salah satu kemungkinan yang dapat menginduksi hibernasi pada manusia adalah menggunakan suhu beku, tetapi bahkan jika ini bisa dicapai masih akan ada risiko otak atau memori yang mengalami degradasi.

"Penelitian pada hewan seperti kelelawar menunjukkan bahwa sebagian kenangan yang diawetkan bahkan setelah berbulan-bulan dalam keadaan depresi neuronal hampir selesai," kata Vyazovskiy.

Apakah keuntungan ini bisa dimanfaatkan untuk digunakan pada manusia? Kita lihat perkembangan selanjutnya.

*******
Thanks
Sains Box
Sains Box

Artikel Menarik Lainnya:



FOLLOW and JOIN to Get Update!

Advertisement

loading...

1 komentar:

  1. seandainya para manusia bisa berhibernasi tentu dunia bisa menjadi tentram dan damai seperti para mamalia di atas itu ya.
    gimana kalau mulai sekarang kita berdua mulai belajar ber hibernasi

    BalasHapus