Dampak Mematikan Diet Rendah Karbohidrat


Kamis, 06 November 2014
Label:
Advertisement
[Sains Box] Orang-orang yang melakukan diet rendah karbohidrat mungkin tidak melihat peningkatan kadar kolesterol mereka. Apa hubungannya dengan kolesterol? Karena penurunan berat badan dengan cara apapun bisa menurunkan kolesterol. Kita bisa berdiet dan menurunkan kolesterol kita selama kita tidak makan terlalu banyak. Bahkan kebiasaan buruk seseorang terhadap kokain mungkin akan berakhir dengan menurunnya kolesterol. Apa pun yang berkaitan dengan penurunan berat badan bisa berdampak menurunnya kolesterol, dan alasan kita peduli tentang faktor risiko kardiovaskular seperti kolesterol ini adalah karena kita peduli juga dengan risiko kardiovaskular, yaitu kesehatan arteri kita.

Sekarang kita memiliki studi yang mengukur dampak dari diet rendah karbohidrat pada arteri secara langsung, dan review dari semua studi terbaik sampai saat ini menemukan bahwa diet rendah karbohidrat ternyata dapat merusak fungsi arteri, yang dibuktikan dengan penurunan flow-mediated dilation, yang berarti diet rendah karbohidrat efektif dapat mengeraskan arteri seseorang yang berujung dengan penyumbatan. Dan karena itu meta-analisis pun diterbitkan, sebuah studi baru menemukan hal yang sama: "Pola diet yang ditandai dengan protein tinggi dan lemak, tapi rendah karbohidrat dikaitkan dengan fungsi arteri perifer yang menurun," tapi sirkulasi perifer tidak sepenting sirkulasi di arteri koroner yang memberi makan hati kita.

Dampak Mematikan Diet Rendah Karbohidrat

Hanya ada satu penelitian yang pernah dilakukan untuk mengukur aliran darah yang sebenarnya ke otot-otot jantung orang yang berdiet rendah karbohidrat. Penelitian tersebut dilakukan oleh Dr Richard Fleming, yaitu seorang ahli jantung nuklir. Beliau mendaftarkan 26 orang dalam sebuah studi komprehensif tentang efek diet pada fungsi jantung menggunakan pencitraan nuklir terbaru yang disebut teknologi SPECT scan, memungkinkan dia untuk benar-benar secara langsung mengukur aliran darah dalam arteri koroner.

Dia kemudian menempatkan mereka semua pada diet vegetarian yang sehat, dan setahun kemudian scan diulang. Pada saat itu, mendadak sepuluh pasien telah melompat masuk ke dalam diet rendah karbohidrat. Pada awalnya dia marah, tapi kemudian dia segera menyadari bahwa dia punya kesempatan penelitian yang tak tertandingi. Di sini ia memiliki pencitraan yang luas dari sepuluh orang sebelum dan sesudah mengikuti diet rendah karbohidrat dan 16 orang yang mengikuti diet karbohidrat tinggi. Apa yang terlihat dari kondisi jantung mereka di akhir tahun? Kita bisa berbicara tentang faktor risiko yang kita inginkan, tetapi dibandingkan dengan kelompok yang berdiet vegetarian, apa yang terjadi?

Saat mereka melakukan diet vegetarian menunjukkan pembalikan penyakit jantung mereka seperti yang diharapkan. Arteri mereka yang sebagian tersumbat mulai dapat dibersihkan keluar. Mereka memiliki 20% lebih sedikit plak aterosklerosis di arteri mereka pada akhir tahun daripada di awal. Apa yang terjadi dengan orang-orang yang meninggalkan diet pengobatan, dan beralih ke diet rendah karbohidrat? Kondisi mereka secara signifikan memburuk. Penyumbatan arteri 40% sampai 50% lebih pada akhir tahun. Dalam scan jantung pasien, dari salah satu pasien yang mengikuti pola makan nabati, menunjukkan arteri mereka terbuka dan dapat meningkatkan aliran darah. Sedangkan, untuk mereka yang semula memiliki aliran darah yang baik, kemudian menjalani diet rendah karbohidrat, secara signifikan aliran darah arteri mereka justru menjadi tersumbat.

Dampak Mematikan Diet Rendah Karbohidrat

Jadi ini adalah ilmu terbaik yang kita miliki, menunjukkan ancaman diet rendah karbohidrat, bukan hanya mengukur faktor risiko, tetapi aliran darah yang sebenarnya dalam jantung orang-orang yang melakukan diet yang berbeda. Tentu saja alasan kita peduli terhadap aliran darah jantung, adalah kita tidak ingin mati. Meta-analisis lain pun baru-baru ini diterbitkan yang merupakan analisa akhir tentang diet rendah karbohidrat yang dikaitkan dengan risiko lebih tinggi secara signifikan menjadi penyebab kematian, atau hidup dengan umur yang lebih pendek.

*******
Thanks
Sains Box
Sains Box

Artikel Menarik Lainnya:



FOLLOW and JOIN to Get Update!

Advertisement

loading...

3 komentar:

  1. waduh, kalo gitu diet rendah karbohidrat itu sebaiknya jgn dilakukan ya mas?

    BalasHapus
  2. Wah bahaya juga tuh, mending ga usah diet tapi atur pola makannya

    BalasHapus
  3. Karbohidrat memang diperlukan oleh tubuh untuk energi. Namun demikian, jika terlalu banyak juga tidak bagus. Kebanyakan karbohidrat bisa memicu diabet dan jerawat.

    BalasHapus